Senandung Cinta Rumaisha 11
3 bulan sudah, Rumaisha menyandang status ibu rumah tangga sekaligus mahasiswa. Kehidupan berubah total, kesibukan tak pernah behenti menghampiri. Rasa lelah seringkali melanda, kadang pula tangis pecah seketika. Dia lelah dan ingin menyerah. Ah, rupanya kata hanya sebatas kata. Saat sesorang mampu berucap, belum tentu mampu bertindak. Detik ini, Rumaisha duduk berselonjor di depan layar kaca. Tanpa mengganti pakaian, tas pun tergeletak begitu saja. Dia melamun sembari menahan lelah fisik dan otaknya. "Duh, kok Maisha nggak kuat ya." Dia kembali menopang dagu, berpikir sesuatu, "sebentar lagi Kang Ibra pulang, belum masak. Aaah, Umma, Maisha capek." Sejenak, gadis itu menyandarkan kepalanya di atas dudukan sofa. Kantuk itu begitu hebat menyerangnya hingga tak sadar memejamkan mata. Jam 5 sore, sosok pria masuk dengan guratan lelah. Hendak melangkah lebih jauh, binar matanya redup seketika melihat sang Ahza tergeletak dengan bebannya. Namun, ego itu muncul ...